Bahagia itu Mudah dan
Sederhana
BAHAGIA DAN JADIKAN ORANG LAIN BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”
Sabtu, 23 November 2019 Mahasiswa UINSA Fakultas Dakwah dan
Komunikasi Prodi KPI A2 semester I mengikuti seminar PTSB (Pendalaman Terapi
Sholat Bahagia).Sebelum kegiatan PTSB kita juga sudah di intruksikan
untuk menulis beberapa syarat mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia,
diantaranya ;
1. Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2. Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5. Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan
hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
Tulisan itu harus dibawa dan disimpan. Dalam seminar tersebut dijelaskan
bawasanya bahagia adalah suatu hal yang paling penting dalam kehidupan.
Kebahagiaan
merupakan kebutuhan asasi umat manusia. Banyak persepsi soal kebahagian.
Sebagiannya sangat berorientasi pada duniawi. Sebagiannya ukhrawi, tak sedikit
bahkan nihil orientasi. Dalam tradisi Islam, kebahagiaan pada dasarnya merujuk
pada salah satu kata dalam bahasa Arab yang disebut sa’adah. Sa’adah adalah
kata bentukan dari suku kata sa’ada, yang berarti bahagia.
Definisi bahagia, dalam tradisi ilmu tasawuf,
seperti yang disampaikan Imam al-Ghazali, dalam karyanya yang monumental Ihya
Ulumiddin, merupakan sebuah kondisi spiritual, saat manusia berada dalam satu
puncak ketakwaan. Bahagia merupakan kenikmatan dari Allah SWT. Kebahagiaan itu
adalah manifestasi berharga dari mengingat Allah
. حي على الصلاة
# حي على الفلاح
“Mari tunaikan sholat… Mari bahagia..”
Tidak
ada agama yang menyuruh kita untuk menjadi The Best, kecuali Islam.
Lafadz diatas sangat jelas bahwa jika ingin hidup bahagia maka tunaikanlah
sholat. Allah menginginkan setiap hamba itu mudah dalam kehidupan nya dan tidak
berkehendak setiap hamba mengalami kesulitan dalam kehidupan nya. Jika kita
mengalami suatu kesulitan atau masalah yang tak pernah tuntas, yang salah bukan
Allah, yang salah kita karena kita tidak pernah mau keluar dari kesulitan
tersebut atau kita ingin keluar namun tidak sesuai dengan cara yang Allah
berikan. Ketika seorang hamba merasa “aduuh saya punya masalah, saya sakit….”
dan sebagainya. Ingatlah semua itu akan mudah dilalui jika kita telah mampu
menunaikan apa yang Allah perintahkan. Jangan bermimpi hidup tanpa
cobaan, sebab kita berada di dunia, bukan di surga. Cobaan itu banyak macam nya
ada hal nya yang berbentuk psikis, seperti perasaan gelisah, takut, gundah atau
lain nya. Ada juga yang berbentuk fisik, seperti sakit, kekurangan biaya hidup,
dan lain lain.
Hayya
‘alal falâh adalah salah satu kalimat di dalam adzan, artinya adalah :
Marilah menuju keberuntungan atau kebahagiaan. Imam Nawawi rahimahullah
berkata, “Hayya ‘alal falâh artinya adalah : Marilah menuju
keberuntungan dan keselamatan. Ada yang mengatakan : Marilah menuju kekekalan.
Maksudnya, datanglah untuk melakukan sebab kekekalan di dalam surga”. [Syarah
Shahîh Muslim, hadits no. 379] Dengan demikian ketika
seorang muadzin menyerukan hayya ‘alal falâh, maka
sesungguhnya dia mengajak manusia menuju surga, karena keberuntungan,
kemenangan, dan keselamatan hakiki adalah masuk surga dan selamat dari neraka.
Sehingga sepantasnya bagi orang beriman menyambutnya dengan mendatangi masjid
untuk shalat berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda:
وَجُعِلَتْ
قُرَّةَ عَيْنٍ فِيْ الصَّلَاةِ
“dan telah
dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai[7/61]no.3939”
Shalat merupakan ibadah yang sangat
dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Ciri
utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan
ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dan
amalan mulia ini agar diterima di sisi Allah maka harus meneladani dan
mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu
gerakan maupun bacaannya. Shalat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan
membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat
bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun
saat terhimpit suatu masalah.
Manusia pasti memiliki rencana
tersendiri, namun sebagus-bagus nya kita merencanakan suatu hal masih lebih
bagus rencana Allah. Kita menginginkan sehat sedangkan Allah menginginkan kita
sakit, kita menilai seseorang itu baik sedangkan penilaian Allah ia jelek,
banyak hal yang kita inginkan atau kita sukai namun keinginan tersebut belum
tentu sama dengan keinginan Allah. Hal ini telah dijelaskan dalam salah satu
firman Allah yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat
baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk
bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS.
al-Baqarah:216). Seperti halnya dengan seorang gadis yang ingin selamat dalam
perjalanan nya, namun Allah menginginkan ia tidak selamat dalam artian ia
mengalami kecelakaan. Akan tetapi dengan kecelakaan tersebut ia menerima suatu
kenikmatan dari Allah yaitu bertemu dengan seorang pria yang menjadi jodohnya.
Oleh karena itu jangan pernah takut untuk menghadapi masalah hidup, karena
setiap masalah pasti ada hikmahnya tersendiri. Itulah salah satu contoh dari
scenario Allah kepada hamba Nya.
“Barang siapa yang tidak suka dengan
kehendak ku maka carilah Tuhan selain aku dan barang siapa yang mengeluh enak
atau tidak enaknya dengan kehendak ku maka janganlah memanggilku lagi”. Maksud
dari kalimat tersebut ialah mengajarkan kita untuk menjadi seorang hamba yang
menerima lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan kita untuk tetap
kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa adanya keluhan. Pada hakekat
nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus menerus mengeluh
dari apa yang ia alami. Kata kasar nya masalah itu dihadapi bukan dikeluhin.
Seorang guru favorit saya Prof. Ali Aziz memberi suatu prinsip Berani
hidup berani menghadapi masalah. Tidak berani, mati ae, singkat,
padat, dan jelas. Salah satu syarat terkabulnya do’a ialah stop
complanning. Sesungguhnya tidak ada do’a yang tidak dikabulkan. Hanya
saja Allah masih melihat proses mu, memilih waktu yang tepat, serta melihat
kesiapan mu dalam menerima nya. Sama halnya seperti seorang anak yang berumur
tiga tahun dimana anak itu meminta ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun,
apa kata ayah ketika itu “yah…nanti kalau kamu sudah besar”. Pernyataan
tersebut adalah perumpamaan bawasanya Allah itu akan mengabulkan setiap doa
kita tetapi tidak harus pada waktu itu, karena Allah SWT telah merencanakan
waktu yang tepat untuk mengabulkan doa kita.
Kita
pasti sering kali mendengar kata mindset. Apasih mindset itu? Mindset
adalah pola pikir atau kebiasaan
cara berpikir dalam suatu bidang. Yang mana pola pikir ini di bentuk dari
kepercayaan didalam pikiran kita. Jika kita berfikir masalah yang ada dalam
hidup kita ini sulit, tidak ada cara untuk mengatasinya, bisa saja itu akan
terjadi karena mindset kita sendiri. Ada pepatah mengatakan “ucapan adalah
doa”. Jika kita bisa mengucapkan kata-kata yang baik mengapa kita harus berfikir
buruk. Kita punya Allah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jika kita
percaya kepada Allah, kita pasrahkan semua masalah kita kepadaNya, Allah pasti
mengabulkan doa kita. Tinggal bagaimana cara kita mengubah mindset, mengubah
prasangka yang buruk menjadi baik. Tapi memang mengubah mindset seseorang itu
tidak semudah mengubah pola makan. Tapi setidaknya kita harus bisa belajar
mulai dari hal-hal kecil yang ada dikehidupan kita. Kesimpulannya kita harus
selalu mengingat Allah dimana dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita
akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi
larangannya. Kita juga bisa menyelesaikan masalah dalam gerakan sholat lima waktu. Sholat adalah salah
satu cara yang ampuh dalam menghadapi persoalan hidup. Jika sholat kita sudah
baik maka segala yang ada di diri kita akan baik pula. Maka dengan sholat kita
bisa merasa lebih dekat dengan Allah dan selalu mengingat Allah. Berdo’alah di dalam atau di luar sholat. Namun yang
sangat dianjurkan berdo’alah ketika kamu melakukan atau melaksanakan sholat,
seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada yang mengatakan paling dekat nya
hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta lah apa yang kamu inginkan atau
butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan terkabulnya do’a, karena
terkabulnya do’a ialah salah satu scenario Allah yang dirahasiakan pada
umatnya.
PTSB adalah suatu program yang penting. Mengapa PTSB itu perlu? Dengan
membaca selama satu jam buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia, kita
sudah bisa memahami makna dari kalimat kunci : SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID
untuk AKSI SOSIAL dan diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat
terhadap kehidupan kita. PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita
dapat memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan
kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah
menuju hidup bahagia. Wajah yang penuh bahagia adalah cermin syukur kita kepada
Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan
membahagiakan orang lain. Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami
fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita
lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
1. Takbiratul
Ikhram (berdiri) yang memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan,
Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram menunjukan dari awal mula
aktifitas kita diwaktu pagi hari.
2. Rukuk yang
memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut). Rukuk menunjukan
agar kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhuk. Segala
sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan baik-baik sombong mu.
3. I’tidal (berdiri
setelah rukuk) yang memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan
Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas
pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk
hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali
Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
4. Sujud yang
memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah
salah satu gerakan sholat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada
Allah, karena pada saat sujud kita sedang berkomunkasi
langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf atau
memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan
menyadari dengan sendirinya.
5. Tasyahud
awal (duduk diantara dua sujud) yang memiliki kata kunci AKSI
(Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk
diantara dua sujud sangat mencakup atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita
sehari-hari.
6. Tasyahud
akhir (duduk diakhir sholat) yang memiliki kata kunci SOSIAL
(Sholawat, Persaksian dan Tawakkal). Tasyahud akhir menunjukan
akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia yakni nabi Muhammad saw. serta
rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang telah kita lakukan selama
ini.
Program PTSB
adalah program yang mengantar kita menuju al falah (Bahagia). Memenuhi panggilan
Allah yang lantunkan setiap hari. Dan membebaskan kita dari berbagai kesedihan,
sebab kesedihan yang berlarut larut menimbulkan kurangnya rasa keimanan kita
terhadap ALLAH SWT.
Nurkholis
khoirur rosi
30 November
2019
Komentar
Posting Komentar